Monday, December 15, 2014

FAKULTAS-FAKULTAS DI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA



FAKULTAS-FAKULTAS DI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA


1. Fakultas Adab dan Ilmu Budaya

Fakultas Adab di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta resmi dibuka pada tanggal 12 Oktober 1961 berdasarkan Penetapan Menteri Agama No. 43 tanggal 9 Agustus 1960. Dari tahun 1961 hingga tahun 1970, jurusan yang dibuka hanya Jurusan Sastra Arab, dan pada tahun akademik 1970/1971 mulai dibuka Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam.


Pada tahun 1974, berdasarkan hasil Rapat Kerja Pengembangan Kurikulum di Cipayung, Jurusan Sastra Arab diperluas menjadi Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, sedangkan Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam tetap tidak mengalami perubahan. Karena tuntutan kebutuhan masyarakat, maka fakultas Adab dan Ilmu Budaya berusaha mengembangakan diri dengan membuka beberapa program studi baru. Sampai sekarang ini Fakultas Adab dan Ilmu Budaya telah memiliki 5 (lima) jurusan/program studi, yaitu:
Bahasa dan Sastra Arab (BSA)
Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI)
Ilmu Perpustakaan dan Informasi (IPI/S1)
Perpustakaan dan Informasi Islam (PII/D3)
Sastra Inggris


2. Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Fakultas Dakwah berdiri pada tanggal 30 September 1970 dengan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 254 tahun 1970. Sebelumnya Fakultas Dakwah adalah salah satu jurusan pada Fakultas Ushuluddin. Fakultas Dakwah memiliki visi: membangun dan mengembangkan ilmu pengetahuan dakwah dalam suasana tradisi akademik (keilmuan), berperan aktif membangun peradaban masa depan yang lebih baik, yang Islami, menuju Indonesia Baru yang Madani. Adapun misi yang diemban oleh Fakultas Dakwah adalah menyiapkan sarjana yang visioner dengan kompetensi ilmu dakwah yang sadar berkarya untuk Islam, kemanusiaan, bangsa dan negara, dengan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.


3. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Keberadaan Fakultas Tarbiyah sebagai pendiri pendidikan tinggi Islam di Indonesia tidak terlepas dari munculnya Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri [State College Studi Islam] (PTAIN) yang didirikan di Yogyakarta pada 14 Agustus 1950 berdasarkan Peraturan Pemerintah No 34/1950. Meskipun kuliah ini berada di bawah pengawasan Departemen Agama Republik Indonesia, operasional perguruan tinggi ini dilakukan bersama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia berdasarkan tingkat menteri No K/I/14641/1951 dan No . 28665/Kab/1951. Sekolah ini memang dimaksudkan untuk mempersiapkan tenaga terampil di ajaran Islam untuk memenuhi kebutuhan intelektual masyarakat dan negara karena penduduk Muslim merupakan mayoritas.

Sejalan dengan perkembangan PTAIN, pada 1 Januari 1957 Akademi Dinas Ilmu Agama, [State College of Islamic Science] (Adia) didirikan di Jakarta berdasarkan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1957. Akademi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas guru Islam untuk sekolah menengah.

Pada dekade pertama baik PTAIN dan Adia tumbuh dan berkembang secara dramatis. Dalam rangka meningkatkan kontrol kualitas institusi secara integral, PTAIN dan Adia digabung menjadi lembaga baru bernama Institut Agama Islam Negeri [State Institute for Islamic Studies] pada 24 Agustus 1960 berdasarkan tingkat pemerintah No 11/1960. Lembaga ini terletak di Yogyakarta memiliki empat fakultas, yaitu Tarbiyah dan Adab di Jakarta dan Syari'ah dan Ushuluddin di Yogyakarta. Berdasarkan derajat No 26/1965 pemerintah, IAIN Yogyakarta diberi nama IAIN Sunan Kalijaga, nama berasal dari pengkhotbah Islam yang beredar di Indonesia yang memiliki kewenangan untuk melaksanakan semua empat fakultas di Yogyakarta.

Sekarang Tarbiyah sebagai salah satu fakultas terkemuka di IAIN Sunan Kalijaga memiliki empat departemen, yaitu, Pendidikan Agama Islam [Islam Pengajaran], Pendidikan Bahasa Arab [Bahasa Arab Pengajaran], Kependidikan Islam [Pendidikan Islam], dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah(Pendidikan Guru MI)


4. Fakultas Syari'ah dan Hukum

Berdirinya Fakultas Syari’ah dan Hukum (dulu Fakultas Syari’ah) tidak dapat dilepaskan dari adanya keinginan umat Islam Indonesia untuk memiliki lembaga pendidikan tinggi Islam sejak jaman kolonial. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, pada bulan April 1945 diadakan pertemuan antara berbagai tokoh organisasi Islam, ulama dan cendikiawan. Dalam pertemuan itu dibentuklah panitia Perencana Sekolah Tinggi Islam yang diketuai oleh Drs. Moh. Hatta.

Pada mulanya pembentukan PTAIN, sesuai peraturan pemerintah No. 34 tahun 1950, membuka tiga jurusan, yaitu jurusan Qadla, Tarbiyah dan dakwah yang bertahan hingga Sembilan tahun. Kemudian terjadi peleburan PTAIN dan digabungkan dengan Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) milik Departemen Agama yang didirikan di Jakarta sesuai Penetapan Menteri Agama No. 43 tahun 1960 menjadi Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) al-Jami’ah al-Islamiyah al-Hukumiyah, dan diperkuat dengan Peraturan Presiden RI No. 11 tahun 1960. Dalam penetapan itu dinyatakan bahwa IAIN mempunyai empat Fakultas, yaitu Fakultas Syari’ah dan Fakultas Ushuluddin yang bertempat di Yogyakarta, serta Fakultas Tarbiyah dan Adab bertempat di Jakarta. Fakultas Syari’ah tersebut merupakan pemekaran dari Jurusan Qadla (Peradilan Agama Islam) yang kemudian berkembang menjadi Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga sekarang ini.


5. Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Fakultas Ushuluddin resmi dibuka bersamaan dengan peresmian IAIN Al-Jami'ah pada tanggal 24 Agustus 1960. Berdasarkan penetapan menteri agama nomor 43 tahun 1960 pasal 4 ayat 1, dan Peraturan Menteri Agama Nomor 5 tahun 1963 Bab I Pasal 4, fakultas Ushuluddin memiliki empat jurusan, yaitu: a) Jurusan Dakwah, b) Jurusan Tasawwuf, c) Jurusan Filsafat, dan d) Jurusan Perbandingan Agama.

Dalam perkembangannya, jurusan Tasawwuf ditutup karena kurang diminati. Pada tahun 1970, jurusan Dakwah ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Dakwah, sehingga Fakultas Ushuluddin hanya memiliki dua jurusan, yaitu Perbandingan Agama dan Filsafat. Tahun akademik 1982/1983 dibuka Program Studi Teologi Islam, namun tidak berumur panjang. Tahun akademik 1989/1990, Fakultas Ushuluddin mendapat tambahan jurusan Tafsir-Hadis yang semula merupakan salah satu jurusan pada fakultas Syari'ah. Seiring perkembangan zaman, Fakultas Ushuluddin menambah lagi satu Program Studi, yaitu Program Studi Agama dan Masyarakat yang kemudian berubah nama menjadi Program Studi Sosiologi Agama. Dengan demikian, Fakultas Ushluddin saat ini memiliki empat Jurusan/Program Studi, yaitu:
Filsafat Agama
Perbandingan Agama
Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Sosiologi Agama

Selain terus berusaha memaksimalkan perannya dengan memperkuat dan/atau membuka jurusan-jurusan baru, Fakultas Ushuluddin berganti nama menjadi Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam.


6. Fakultas Sains dan Teknologi

Fakultas Sains dan Teknologi resmi dibuka seiring dengan perubahan IAIN Sunan Kalijaga menjadi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2004 -2005. Dengan mencanangkan konsep ZIKR (Zero based, Iman, Konsisten dan Result oriented) sebagai orientasinya. Fakultas Sains dan Teknologi membuka enam program studi ditambah empat program studi yang sebelumnya berada di Fakultas Tarbiyah, yaitu:
Matematika
Fisika
Kimia
Biologi
Teknik Informatika
Teknik Industri
Pendidikan Matematika
Pendidikan Kimia
Pendidikan Biologi
Pendidikan Fisika


7. Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora


8. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Dengan dukungan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI yang disampaikan dalam workshop pengembangan Center of Excellence FEBI oleh Prof. Dr. H. Mohammad Ali, M.A. tanggal 14 Desember 2011 untuk mengembangkan Center of Excellence FEBI di UIN Sunan Kalijaga sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam negeri tertua dan peluang Ekonomi Islam (syariah) ke depan, maka UIN Sunan Kalijaga membuka Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) berdasarkan SK Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) No. 522 Tahun 2012 tanggal 21 Maret 2012.

9. Pascasarjana

No comments:

Post a Comment